INDUSTRIAL DESIGN

Industrial Design adalah aktifitas profesional untuk menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang akan mengoptimalkan fungsi, value, dan penampilan produk dan sistem untuk keuntungan pengguna dan pembuat produk. Desainer industry bertanggung jawab pada aspek produk yang berkaitan dengan user:

Estetika produk: Style (penampilan, suara, rasa, bau dsb)
Interface fungsional: Ergonmik (bagaimana produk digunakan)
Ada lima tujuan utama yang dapat didukung oleh industrial designer ketika mengembangkan produk baru:

Utility –>Hasil produksi manusia harus selalu aman dan mudah digunakan. Setiap ciri harus dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan pemakainya dalam mengetahui fungsinya.
Appearance–>Bentuk, garis, proporsi, dan warna digunakan untuk menyatukan produk menjadi satu produk yang sesuai dan enak dipandang.
Ease of Maintenance–>Produk harus didesain untuk memberitahukan bagaimana mereka dapat dirawat dan diperbaiki.
Low Cost–>Bentuk dan ciri memegang peranan besar dalam biaya peralatan dan produksi.
Communication–>Desain produk harus dapat mewakili filosofi desain perusahaan dan misi perusahaan melalui visualisasi kualitas produk.
Ergonomi merupakan salah satu dari persyaratan untuk mencapai desain yang qualified, certified, dan customer need. Ilmu ini akan menjadi suatu keterkaitan yang simultan dan menciptakan sinergi dalam pemunculan gagasan, proses desain, dan desain final. Ergonomi adalah ilmu ilmu yang menemukan dan mengumpulkan informasi tentang tingkah laku, kemampuan, keterbatasan dan karakteristik manusia untuk perancangan mesin, peralatan, system kerja, dan lingkungan yang produktif, aman, nyaman, dan efektif bagi manusia.

Tahapan Proses Produksi Industrial Design:

Identifikasi kebutuhan konsumen
Konseptualisasi
Preliminary Refinement
Further Refinement dan Pemilihan Konsep Final
Control drawing or Model
Koordinasi dengan Engineering, Manufacturing, dan Vendor Eksternal