TRADEMARK

Trademark atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis : “Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/ atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam
kegiatan perdagangan barang/ atau jasa.”

Berbeda dengan produk sebagai sesuatu yg dibuat di pabrik, merek dipercaya menjadi motif pendorong konsumen memilih suatu produk, karena merek bukan hanya apa yg tercetak di dalam produk (kemasannya), tetapi merek termasuk apa yang ada di benak konsumen dan bagaimana konsumen mengasosiasikannya. Menurut David A. Aaker, merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo,cap/ kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/ jasa dari seorang penjual/ kelompok penjual tertentu. Tanda pembeda yang digunakan suatu badan usaha sebagai penanda identitasnya dan produk barang atau jasa yang dihasilkannya kepada konsumen, dan untuk membedakan usaha tersebut maupun barang atau jasa yang dihasilkannya dari badan usaha lain.

Masih sama dengan UU no.15 tahun 2001 tentang merek (UU lama yang sudah tidak berlaku lagi), untuk mendapatkan pelindungan, maka merek harus didaftarkan begitu pula jangka waktu pelindungan merek adalah sepuluh tahun dan dapat terus diperpanjang selama merek tersebut tetap digunakan dalam perdagangan barang dan atau jasa (intend to use).

Hal baru dalam UU tersebut ditemukan dalam pasal 52 dengan hadirnya merek internasional yang dalam kenyataannya baru dapat diimplementasikan per-4 Januari 2018, dan merek IGS berhasil dikukuhkan sebagai merek internasional pertama dengan office of origin Indonesia